Patah AS di Tikungan Mandi Angin, Truk Hino Muatan Melintang di Jalan

KEPAHIANG – Suasana malam di Kabupaten Kepahiang mendadak mencekam. Sebuah truk Hino roda enam dengan muatan berat tiba-tiba kehilangan kendali di tikungan tajam Mandi Angin, Kecamatan Kepahiang, Rabu (22/4) malam.

Kendaraan bernomor polisi BD 8819 KF itu dikemudikan oleh Rudi Hartono, warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Ia tengah membawa sekitar 20 ton semen menuju Kota Lubuk Linggau, melintasi jalur yang dikenal ekstrem dengan tanjakan curam dan tikungan berbahaya.

Perjalanan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi detik-detik menegangkan saat truk memasuki tanjakan menikung. Di tengah kondisi lalu lintas yang padat, sebuah mobil menyalip, sementara dari arah berlawanan muncul sepeda motor.

“Dari Bengkulu mau ke Linggau, saat itu ada mobil yang menyalip dan dari arah berlawanan datang sepeda motor,” tutur Rudi dengan suara masih bergetar.

Truk Hino bermuatan 20 ton semen alami kecelakaan tunggal
Truk Hino bermuatan 20 ton semen alami kecelakaan tunggal

Namun petaka datang tanpa aba-aba. Di saat bersamaan, as roda belakang truk mendadak patah. Kendaraan besar itu seketika tak terkendali, oleng, lalu melintang di badan jalan, nyaris menutup seluruh akses di jalur tersebut.

“Bukan karena tidak kuat nanjak, tapi as roda belakang patah. Mobil langsung hilang kendali,” ujarnya.

Situasi itu disebut-sebut nyaris berujung lebih tragis. Rudi mengaku, jika tidak ada kendaraan dari arah berlawanan yang membuatnya refleks mengendalikan arah, truk bisa saja terjun ke jurang di sisi jalan.

Insiden ini pun membuat arus lalu lintas di jalur lintas Kepahiang–Bengkulu lumpuh sementara. Kendaraan dari dua arah terpaksa antre panjang di tengah gelapnya malam dan medan jalan yang berisiko.

Petugas Satlantas Polres Kepahiang langsung turun ke lokasi untuk mengurai kemacetan dan mengamankan situasi. Kasat Lantas Polres Kepahiang, IPTU Alex Candra, memastikan langkah cepat telah dilakukan.

“Personel sudah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas, karena ini jalur utama,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian susulan di titik rawan tersebut, petugas memberlakukan sistem buka tutup arus. Kendaraan roda empat diarahkan melewati jalur alternatif ring road menuju Pemda Kepahiang, sementara truk dan kendaraan besar diminta menepi di rest area terdekat selama proses evakuasi berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya laten di jalur ekstrem, terlebih jika kondisi kendaraan tidak prima. Polisi pun mengimbau para pengendara agar lebih waspada dan memastikan kelayakan kendaraan sebelum menempuh perjalanan jauh.

“Kami mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati dan memeriksa kendaraan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Kasat Lantas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *