Melestarikan Cagar Seni Dan Budaya Kabupaten Kepahiang Siap Dikelola Menjadi Aset Wisata

KEPAHIANG,PM – Pemerintahan Kabupaten Kepahiang menegaskan komitmennya dalam melestarikan cagar seni dan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan pariwisata daerah. Sejumlah situs sejarah, pembangunan peninggalan kolonial, hingga tradisi adat rejang kini mulai ditata dan di arahkan untuk menjadi aset wisata budaya yang mampu meningkatkan daya tarik daerah serta memperkuat identitas lokal, pada tanggal (19/11/2025)

Dinas Kebudayaan Kepahiang nugroho menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah memfokuskan program pada konservasi fisik, pendokumentasian, dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai juru pelihara. “Cagar budaya bukan hanya benda mati. Ia adalah identitas dan aset ekonomi jika dikelola dengan tepat. Kepahiang punya potensi besar, dan kami ingin memastikan warisan ini tetap terjaga sekaligus hidup sebagai destinasi wisata,” ujarnya

Kegiatan budaya seperti Festival Umbung Kutei, seni tari kejei, pertunjukan musik tradisional, serta kegiatan adat lainnya yang kembali dihidupkan sebagi antraksi wisata. Festival budaya lokal dinilai efektif dalam memperkenalkan seni tradisional sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhur.

Meski begitu, sejumlah tantangan masih dihadapi, minimnya infrastruktur pendukung, serta perlunya edukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga aset budaya, Pemerintah berharap kolaborasi dengan komunitas budaya, serta kelompok pemuda dapat memperkuat gerakan pelestarian ini.

Dengan berbagai langkah yang kini dijalankan, Kabupaten Kepahiang optimis bahwa cagar seni dan budayanya dapat berkembang menjadi aset wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kekayaan budaya untuk generasi mendatang.(Da/Redaksi)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *