Kepahiang – Pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 kembali diarahkan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Desa Lubuk Saung, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, mulai melaksanakan tahap pra kegiatan pembangunan sumur bor di Dusun II sebagai langkah nyata menghadirkan akses air bersih bagi warga.
Program yang menelan anggaran sebesar Rp65 juta tersebut menjadi salah satu prioritas desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini masih mengalami keterbatasan air bersih saat musim kemarau tiba.
Tahap pra pelaksanaan dimulai dengan peninjauan lokasi pembangunan, persiapan teknis lapangan, hingga koordinasi antara pemerintah desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Langkah awal ini dilakukan agar pembangunan sumur bor berjalan sesuai perencanaan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Desa Lubuk Saung, Reki Pernando, mengatakan bahwa penggunaan Dana Desa tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan vital masyarakat seperti ketersediaan air bersih.
Menurutnya, keberadaan sumur bor nantinya diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi warga Dusun II yang selama ini masih kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik desa, tetapi bentuk komitmen pemerintah desa dalam memastikan masyarakat memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan,” ujar Reki Pernando.
Ia menegaskan, seluruh tahapan kegiatan akan dilakukan secara transparan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi tentang kebutuhan hidup yang sangat mendasar,” tambahnya.
Selain menghadirkan akses air bersih, pembangunan sumur bor tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa. Nantinya, proses pengerjaan akan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan melibatkan warga setempat, sehingga Dana Desa turut memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
“Pra pelaksanaan ini penting sebagai langkah awal agar pekerjaan berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu,” jelas Kades.
Warga Dusun II menyambut baik dimulainya program tersebut. Selama ini, sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air terbatas yang sering mengalami penurunan debit saat musim kemarau. Kehadiran sumur bor dinilai akan membantu aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sanitasi.
Pemdes Lubuk Saung berharap pembangunan sumur bor dapat berjalan lancar hingga selesai dan menjadi salah satu langkah strategis desa dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, serta kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran.
“Kami berharap sumur bor ini nantinya benar-benar menjadi solusi bagi warga,” tandasnya.

