Pemdes dan BPD Talang Sawah Perjuangkan Jaringan Telekomunikasi, Warga Masih Hidup di Tengah Blank Spot

Kepahiang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang memudahkan masyarakat mengakses informasi tanpa batas. Namun tidak untuk masyarakat di Desa Talang Sawah Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang yang tidak dapat merasakan kebebasan komunikasi.

Peristiwa tersebut disebabkan karena hingga tahun 2026 ini, wilayah tersebut masih terjebak dalam kondisi blank spot atau jaringan telekomunikasi yang tidak memadai. Keterbatasan sinyal bukan sekadar hambatan komunikasi, tetapi telah menjadi persoalan serius yang mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Bahkan untuk mengakses sinyal itu, para warga harus bersusah payah mencari titik-titik tertentu, bahkan naik ke tempat yang lebih tinggi, hanya untuk sekadar mengirim pesan atau menerima informasi penting dari keluarga yang ada di luar lokasi tersebut.

 

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Talang Sawah, Suardi Aryanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga menghambat jalannya pemerintahan desa. Aparatur desa terpaksa mencari lokasi tertentu demi mendapatkan jaringan, bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli akses internet alternatif.

“Untuk kebutuhan mendesak, kami harus menggunakan jaringan berbayar. Biayanya Rp6.000 untuk sembilan jam, itu pun tidak selalu stabil,” ungkapnya.

Menurut Suardi, persoalan jaringan ini telah lama menjadi keluhan masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan solusi konkret. Oleh karena itu, Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talang Sawah berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan tower jaringan telekomunikasi.

Langkah konkret pun mulai disiapkan. Dalam waktu dekat, Pemdes dan BPD akan mengajukan usulan resmi kepada pemerintah daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk pihak penyedia layanan jaringan, agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat segera direalisasikan.

“Ini sudah menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami akan terus berupaya dan mendorong agar tower jaringan bisa dibangun di desa kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai pembahasan internal telah dilakukan untuk menentukan langkah strategis dalam mempercepat realisasi pembangunan tersebut. Harapannya, pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang dialami Desa Talang Sawah.

“Semoga ini segera ditindaklanjuti, agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kami yang masih tertinggal dalam akses jaringan,” tutupnya.

Perjuangan warga Talang Sawah menjadi potret nyata bahwa di tengah kemajuan zaman, masih ada daerah yang harus berjuang ekstra hanya untuk sekadar terhubung dengan dunia luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *